Dana Likuid Rp 500 Juta dicairkan ke seorang istri, namun apakah cukup? bagaimana perhitungannya?

Vicko Hadian, CFP I Perencana Keuangan

Dana likuid adalah sebuah dana yang sangat penting sepeninggal pemilik harta atau pencari nafkah, karena dana ini harus tersedia cepat untuk membayar berbagai keperluan bagi orang yang ditinggal seperti Hutang berjalan, Membiayai Kehidupan Lanjutan dan Biaya-biaya lain.

Asuransi Jiwa merupakan penciptaan Dana likuid yang merupakan sebuah strategi dari pemilik harta/pencari nafkah dalam merencanakan manajemen risiko keuangan bagi keluarganya untuk mengantisipasi bila beberapa aset lain membutuhkan waktu lama dalam hal pencairan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Berikut adalah beberapa aset yang membutuhkan waktu dalam hal pencairan karena dibutuhkan ketetapan pengadilan atau proses perubahan/peralihan kepada keluarga yang ditinggalkan dan memakan banyak waktu.

  • Tabungan/Deposito
  • Reksadana
  • Obligasi
  • Properti
  • dll

Minggu ini kami baru saja memberikan dana likuid sebagai santunan duka di atas 1/2 Milyar rupiah kepada seorang istri (ibu rumah tangga) dengan 1 anak balita. Suami sebagai pencari nafkah utama meninggal mendadak karena sakit jantung.

Dana Rp 500 juta lebih memang sangat berguna bagi keluarga yang ditinggalkan? Namun apakah dana ini cukup dan ideal?

Memiliki produk manajemen risiko terutama adalah asuransi jiwa harus dengan perencanaaan yang matang. Perencanaan asuransi jiwa yang matang adalah memiliki perhitungan yang ideal dan juga anggaran untuk membeli produk ini.

Menurut Ilmu Perencana Keuangan bagaimana cara menghitung nilai asuransi jiwa sehingga mendapatkan nilai asuransi jiwa yang ideal.

3 point penting dalam menghitung Nilai Asuransi Jiwa

1. HITUNG HUTANG
Hitung nilai sisa hutang berjalan saat ini, bila terjadi kepastian. Hutang jangan sampai mengganggu aset lain yang ditinggalkan dan Hutang tidak membebankan keluarga. Hutang dapat berupa Hutang Bisnis, sisa hutang cicilan rumah, sisa hutang cicilan kendaraan, hutang medikal atau hutang lainnya.
2. HITUNG PENGGANTI PENGHASILAN
Kehilangan pencari nafkah sangat berpengaruh kepada kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Hitung kebutuhan pengganti penghasilan sesuai dengan kebutuhan tanggungan
3. HITUNG BIAYA LAIN
Keluarga yang ditinggalkan dapat terbebani akibat biaya-biaya lain seperti Biaya Pemakaman, Bea Pergantian Balik Nama Rumah, Biaya Notaris, Biaya Pengacara , Tagihan Pajak dll.

Contoh Kasus :  Pak Bijak (35 tahun) adalah seorang pencari nafkah utama memiliki istri sebagai ibu rumah tangga dan 1 anak berusia 3 tahun dengan penghasilan net Rp 20 Juta perbulan.  Pak Budi adalah pengusaha dan memiliki hutang bisnis saat ini sekitar 1 Milyar. Pak Bijak ingin memiliki produk asuransi jiwa, berapa nilai idealnya?

Solusi Perhitungan 

1. Hutang Rp 1 Milyar 

2. Pengganti Penghasilan : Kebutuhan Tanggungan anak sampai anak selesai (mentas) di usia 25 tahun, jadi periodenya adalah 25 tahun – 3 tahun adalah 22 tahun, artinya bila bapak Budi meninggal kemarin maka uang UP Jiwa harus dapat membantu kehidupan keluarga sampai dengan 22 tahun maka UP jiwa yang idealnya adalah Rp 3,5 Milyar ( Investasi 8% dan Inflasi 4%)

3. Biaya Lain, sebagai contoh 500 Juta untuk persiapan biaya lain.

Maka Total perhitungan asuransi jiwa adalah 

Rp 1 Milyar + 3.5 Milyar + 500 Juta 

Maka UP Jiwa ideal pada saat ini adalah Rp 5 Milyar.

Beberapa tips untuk memiliki produk keuangan asuransi jiwa

  • Pelajari dan Pahami manfaat produk yang akan dimililki
  • Pelajari dan Pahami performa perusahaan pemilik produk
  • Perhatikan budget/anggaran yang akan dikeluarkan

Bagaimana dengan portfolio manajemen risiko di keluarga anda? Silahkan check manfaat nilai asuransi jiwa yang anda miliki saat ini, diskusikan dengan financial advisor anda masing-masing.

Semoga dapat bermanfaat.

#semuamampusejahtera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *