Dana Darurat mengapa penting dalam perencanaan keuangan?

Foto dari Google.com

Oleh : Vicko Hadian, S.T., CFP, AWP, QWP, AEPP

Dana Darurat mengapa penting?

Dana Darurat = Emergency Fund = Rainy Day Fund

adalah simpanan uang yang disisihkan untuk menutupi bila ada kejadian-kejadian tak terduga dalam kehidupan. Dana darurat harus memiliki likuiditas cukup tinggi, seperti di Bank/ATM atau dalam bentuk cash.

Sebaiknya dana darurat ini dibuat terpisah agar sulit untuk diambilnya dan kita mengetahui berapa dana darurat yang sudah dimiliki.

Mengapa begitu penting dalam perencanaan keuangan?

Ya, penting sekali ! , biasanya HUTANG akan timbul karena seseorang tidak memiliki dana darurat atau perencanaan dana darurat.

Fungsi dana darurat adalah 

  • Bila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja
  • Terjadi darurat kesehatan baik diri sendiri atau orang tua / saudara
  • Perbaikan rumah yang tidak terduga
  • Masalah mobil
  • Biaya perjalanan yang tidak terencana

Dampaknya apa bila memiliki dana darurat?

  • Hutang tidak terjadi dan terkendali
  • Tingkat stress menjadi turun
  • Tidak tergoda untuk belanja-belanja konsumtif

Mungkin ada cara lain Anda dapat dengan cepat mengakses uang tunai, seperti meminjam, tetapi berapa biayanya?
Bunga, biaya, dan hukuman hanyalah sebagian dari kekurangannya.

ingat ya teman2, jangan gunakan kartu kredit sebagai alat dana darurat, jangan pecahkan tabungan masa depan seperti pensiun, pinjam uang ke teman atau saudara, pecahkan tabungan investasi dan mengandalkan sebuah asuransi.

Terus, Berapa Dana Darurat ideal yang harus dimiliki?

Dana darurat yang ideal adalah 3 – 6 bulan dari pengeluaran rutin dan 6 -12 bulan bila memiliki anak lebih dari 2.

Menurut survey FINRA tahun 2012 , ada 56% masyarakat di Amerika tidak memiliki Dana Darurat, bagaimana masyarakat di Indonesia?

Apakah teman2 sudah memiliki dana darurat? , yuk mulai sekarang dengan saya.

Catat pemasukan dan pengeluaran , coba set goal untuk memiliki dana darurat dan mulai atur dana mana yang dapat masuk ke cicil dana darurat.

Jumlah besar penghasilan bukan menjadi patokan untuk kita mulai mengatur keuangan, tapi mulailah mengatur dan mencatat pengeluaran agar uang dapat digunakan semestinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *