Strategi mempersiapkan Dana Darurat dan besaran jumlahnya

Oleh Idho Meilano, S,E., AWP, QWP, AEPP

Setiap orang memiliki resiko yang berbeda-beda namun kita tidak pernah tahu kapan resiko itu akan hadir di kehidupan kita. Pembiayaan untuk menutupi resiko tersebut kadang membutuhkan dana yang besar bahkan mampu membuat kita kalang kabut dan khawatir mengalami kebangkrutan. Disinilah peran dana darurat, dana ini bisa digunakan untuk keperluan mendesak.

Lalu berapa jumlah dana yang harus disisihkan untuk memenuhi dana darurat pribadi?

Jumlah dana yang harus dipersiapkan pun berbeda-beda sesuai dengan keadaan dan kondisi pribadi masing-masing. Seorang yang lajang akan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan yang sudah menikah. Bagi yang sudah menikah pun akan berbeda jumlahnya dengan bagi yang sudah memiliki anak. Bagi yang sudah memiliki anak pun tergantung berapa jumlah anaknya.

Jumlah dana darurat ini juga disesuaikan dengan kebutuhan individu dan keluarga, namun minimal dana darurat yang harus dimiliki adalah enam kali dari pengeluaran bulanan.

Bagi yang lajang, jumlah dana darurat enam kali dari pengeluaran bulanan sudah cukup untuk mereka menghadapi resiko-resiko individu. Resiko yang biasa dialami bagi yang lajang pun tidak terlalu banyak hanya sebatas kepentingan pribadi yang mendesak. Bagi yang sudah menikah dana darurat yang harus disediakan kurang lebih sebesar tujuh sampai sembilan kali pengeluaran bulanan. Mengapa lebih besar dibandingkan dengan seorang lajang? Bagi orang yang sudah menikah, resiko yang dihadapi juga akan lebih besar. Kemungkinan kebutuhan  mendesaknya  bisa dari kebutuhan istri atau suami dan mertua. Sehingga dana darurat yang harus disimpan pun juga harus lebih besar.

Bagi keluarga yang sudah memiliki anak, dana darurat yang harus dipenuhi adalah sebesar sepuluh sampai dua belas kali pengeluaran bulanan. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari istri atau suami serta anak kita bisa menanggulanginya tanpa pusing harus berhutang.

Baca Juga : Seni mengelola keuangan untuk Millenial , Yuk cari tau alasannya!

Strategi mempersiapkan dana darurat

Jika meilihat jumlah dana darurat diatas, maka sudah pasti jumlahnya sulit untuk dipenuhi. Butuh strategi khusus untuk menyisihkan sebagian penghasilan yang ada. Mari kita telisik bagaimana strateginya.

  1. Buatlah rekening secara terpisah dari rekening tabungan dan investasi tanpa menggabungkannya. Kita bisa memantau seberapa banyak dana darurat yang ada dan yang masih tersisa sehingga kita bisa mengisinya kembali sesuai standar minimal dari dana darurat masing-masing.
  2. Mulai menghitung berapa jumlah rata-rata pengeluaran bulanan anda sehingga mempermudah mendapatkan nilai jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan.
  3. Tetapkan berapa jumlah dana darurat anda dan berapa lama anda mempersiapkannya.

Misal, anda memiliki gaji atau penghasilan lima juta rupiah perbulan. Setelah melakukan penelusuran pengeluaran bulanan, keperluan biaya hidup pengeluaran anda sebesar dua juta rupiah perbulan. Maka untuk seorang lajang, dana yang harus dipersiapkan adalah enam kali pengeluaran biaya hidupnya. Jadi total yang harus disiapkan adalah sebesar dua belas juta rupiah perbulan. Dengan gaji lima juta perbulan maka anda bisa menyisihkan sebagian dana untuk dana darurat misal 20% (20% dari gaji lima juta rupiah) didapatkan hasil untuk mempersiapkan dana darurat yaitu satu juta perbulan. Setelah dihitung, lamanya waktu mempersiapkan dana darurat tersebut adalah  selama dua belas bulan atau satu tahun.

Baca Juga : 5 Manfaat Dana Darurat yang perlu anda tahu

Ketika anda sudah bisa menghitung berapa jumlah besaran dana darurat anda dan waktu mempersiapkannya maka anda memiliki gambaran secara jelas.

  • Lakukan dengan disiplin dengan menyisihkan sebagian dana tersebut untuk kepentingan tujuan keuangan anda yaitu mengisi pos dana darurat terlebih dahulu.
  • Anda juga bisa mensiasati dengan mempersingkat waktu pengumpulan dana darurat dengan melakukan pengecekan dari pos-pos mana saja yang bisa dilakukan penghematan dan pemotongan.
  • Bagi seorang karyawan ataupun buruh apabila mendapatkan bonus, dianjurkan untuk memenuhi pos dana darurat terlebih dahulu. Sehingga persentase dana bulanan yang biasa kita potong untuk dana darurat bisa dialihkan buat kepentingan keuangan lainnya. Seperti asuransi, tabungan, investasi, persiapan dana pensiun dan warisan.

Baca Juga : Hidup Aman dan Nyaman dengan Piramida Perencanaan Keuanga

Jumlah dana darurat dan strategi yang dijalani mungkin bisa berbeda, namun mengisi pos dana darurat harus dilakukan karena penting untuk membuat pribadi dan keluarga anda merasa aman dan nyaman menjalani kehidupan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *