Kebutuhan atau Keinginan? Kenali dulu sebelum membeli..

Oleh Idho Meilano, S.E, AWP, QWP, AEPP

Memiliki keinginan adalah hal yang sangat wajar karena setiap individu menginginkan sesuatu yang lebih dari biasa kebanyakan orang. Sifat dari manusia adalah cenderung memiliki keinginan dibandingkan kebutuhan.

Apakah anda pernah merasakan sebuah penyesalan ketika anda salah dalam membuat keputusan membeli suatu barang? Atau anda merasakan kerugian yang mendalam setelah salah dalam mengeluarkan uang? Ini menunjukkan bahwa anda lebih mementingkan keinginan diatas kebutuhan padahal anda tidak memerlukan barang tersebut. Anda mungkin hanya terpengaruh dengan iklan yang ada di layar televisi anda atau anda hanya menginginkan barang tersebut karena teman atau saudara anda membelinya?

Setiap orang dituntut untuk bisa menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan. Dengan tau cara menggunakan uang dengan baik dan benar maka kebutuhan akan selalu ada diatas keinginan. Semua penghasilan dan pengeluaran anda harus dirinci dan dihitung secara detail. Bukan hanya dicatat namun mesti di evalusi setiap minggunya bahkan setiap hari.

Pemasukan dan pengeluaran adalah aliran penting dalam merencanakan dan mengatur keuangan. Baik seorang karyawan atau pun seorang freelancer yang memiliki penghasilan tetap dan penghasilan tidak tetap harus mampu mengelola kebutuhan dan keinginannya.

Jadi apakah setiap orang tidak boleh membeli barang yang dia inginkan? Boleh saja, namun kita harus memperhatikan dan mengevaluasi dampak yang akan terjadi bila kita membeli barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Apakah dampak pembelian barang tersebut berdampak kepada arus kas bulanan anda? Apakah itu mengganggu kondisi keuangan anda secara menyeluruh?

Pengeluaran yang tidak direncanakan karena hanya dorongan keinginan menjadi sebab tidak terkontrolnya kondisi keuangan anda. Ketika ada keinginan kuat untuk membeli sesuatu akhirnya harus mengorbankan biaya untuk kebutuhan lainnya. Akibatnya anda terpaksa mengambil dana dari pos lain.

Baca Juga : Hidup Aman dan Nyaman dengan piramida perencana keuangan 

Anda mungkin menginginBAkan sekali gadget terbaru dengan berbagai fitur dan fasilitas yang memudahkan anda, namun disisi lain, anda memiliki rencana untuk mengambil pelatihan untuk pengembangan diri anda. Akhirnya terjadilah yang namanya trade off dimana anda harus membuat keputusan dengan mengorbankan salah satunya. Namun bila diperhatikan, kita harus mampu menganalisa pilihan tersebut dengan skala prioritas sesuai kebutuhan.

Jangan memaksakan untuk memenuhi semuanya dengan cara berutang. Karena utang bisa merusak rencana tujuan keuangan jangka panjang anda apabila tidak direncanakan dengan benar.

Jadi Intinya kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi karena apabila tidak terpenuhi atau terlambat, maka akan menggangu kelangsungan hidup anda. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang timbul dari hasrat dan emosi jiwa untuk mendapatkan barang tersebut yang apabila tidak dipenuhi pun, kelangsungan hidup anda tidak akan terganggu.

Berdasarkan jenisnya, kebutuhan di bagi dalam tiga macam

  1. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh semua orang karena jika tidak, maka akan mengganggu kelangsungan hidupnya contoh kebutuhan primer adalah pangan, sandang, dan papan atau makanan minuman, pakaian dan tempat tinggal

Tidak mungkin anda tidak memerlukan makanan untuk hidup. Namun makanan yang mahal sesuai selera anda adalah bukan sebuah kebutuhan, itu adalah keinginan. Makanan yang sesuai kebutuhan adalah makan yang layak sesuai standar gizi kebutuhan tubuh anda.

  • Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sebaiknya dipenuhi agar kehiduan anda dapat berkembang lebih baik kebutuhan ini menjadi bagian yang harus sebaiknya dipenuhi setelah kebutuhan pokok. Contohnya adalah pendidikan dan peralatan rumah tangga.
  • Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang sebenarnya tidak begitu terpengaruh langsung dengan kelangsungan hidup kita. Namun mungkin saja menjadi sebuah kebutuhan apabila dipergunakan dengan baik. Tapi bila memang masih belum mampu, mesti dihindari jangan dipaksakan untuk memilikinya. Contohnya, anda membeli barang mewah seperti mobil untuk berangkat kerja karena dengan berangkat kerja menggunakan mobil anda terhindar dari terik panas matahari dan hujan yang bisa saja terjadi selama perjalanan anda ke kantor.

Kebutuhan itu menjadi kebutuhan sesuai dengan kegunaannya yang berdampak secara langsung kepada kehidupan anda.

Kebutuhan juga bisa diliat berdasarkan waktu keperluan.

  1. Kebutuhan saat ini adalah kebutuhan yang diperlukan sekarang dan tidak bisa dikompromi kembali. Harus segera dilakukan, apabila tidak dilakukan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, anda mengalami sakit dan membutuhkan tindakan lebih lanjut seperti operasi dan obat -obatan maka mau tidak mau anda harus menyiapkan dana untuk kebutuhan itu. Karena apabila anda tidak melakukan operasi atau mengurangi dosis obat maka akan berdampak kesembuhan anda.
  2. Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang diperlukan untuk kepentingan masa depan anda atau keluarga. Hal ini mungkin saja bisa ditunda namun harus direncanakan dari sekarang. Sebagai contoh biaya pendidikan anak anda. Biaya pendidikan menjadi hal yang harus dipenuhi oleh anda dan keluarga karena tidak mungkin anda tidak menyekolahkan anak anda. Jadi sangat perlu dipersiapkan berapa biayanya.
  3. Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan yang harus dipersiapkan oleh setiap orang untuk memenuhi kehidupan setelah di dunia ini. Kebutuhan ini mesti dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian pemasukan. Contoh menyisihkan dana untuk berzakat, sadaqah, infak dan mempersiapkan waqaf untuk kepentingan sosial anda setelah anda meninggal dunia.

Jadi lakukan analisa kecil terlebih dahulu sebelum anda membelikan barang yang anda beli apakah itu sebuah kebutuhan atau jangan-jangan hanya sebuah keinginan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan dan belajar tentang keuangan lebih dalam lagi untuk meraih kehidupan yang lebih cerah dimasa depan.

#semuamampusejahtera

Baca Juga : Seni mengelola keuangan untuk Millenial , Yuk cari tau alasannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *